Enggan...

Senin, 03 Desember 2012

Sebulir pucuk kian tanggung untuk tumbuh, lalu diam menjadi hitam dalam renungan. Menjadikan abu bahwa semua sukar untuk berjalan. Semua sirna, kadang sejuta membahana, hingga membujuk merayu seakan jemu itu menggulung rindu, bak air riuh yang kadang menjadi temaram, sayup rimba bukan hilang dikala sinar merapat menjelma. Menjalin sayap yang berterbangan hingga pipit itu jatuh menggenggam. Sinar beku maka tak lagi memberikan irama rindu, terkadang pilu, tapi aku ragu untuk memberikan kalbuku. Hina yang merapat, memberikan semerbak bagai melati di pagi hari, dan senja di sore hari. Memberikan semua warna pada seluruh aura raga, membentuk senyap dan membakar dosa.
Menepiskan lara yang berujung sayembara. Cinta… adalah sesuatu yang berada dalam separuh fatamorgana, mencerminkan kebahagiaan, kepahitan, dosa juga arwah. Cinta juga memberikan kekuatan tapi terkadang memberikan pergulatan dimana engkau akan jatuh dalam citra seorang raja durjana. Cinta adalah sebuah cita yang lembut kadang itu juga menekan bahkan menikam . Lara terkadang membius menerpa, menjadikan serupa pada rupawan yang hina. Sepucuk ombak memberikan riak yang penuh, menutup katup jantung sang bahari, yang kian sirna pada sejuta mimpi tak ada api.
Letupan kini menyayat , seakan hitam merambat pelan, hinggap karena dianggap telanjang. Padahal ingin memberikan sejuta kebenaran. Lari di kala semua akan mati, yang lari juga mati. Tepi yang menepiskan, hingga resahan jingga yang sekarang ungu. Selembar nyata yang merapat menjerat. Kian terangkat meleleh menjadi resapan yang kian meradang.
Aku ingin memberika kebahagiaan pada setiap insan, tapi aku tak berdaya ketika aku hanya memberikan pergulatan. Di dunia ini, tak ada yang selalu bahagia ataupun selalu merana menderita. Di dunia ini semua berada dalam satu pusaran kehidupan. Semua berputar, dan semua menjalani siklusnya masing masing. Semua yang bahagia akan menjalani kematian, semua yang merana menderita akan menjalani kematian. Hingga titik titik itu terkumpul, maka akan menjadi rebahan sang bidadari

0 comments:

Posting Komentar