Sebulir pucuk
kian tanggung untuk tumbuh, lalu diam menjadi hitam dalam renungan. Menjadikan
abu bahwa semua sukar untuk berjalan. Semua sirna, kadang sejuta membahana,
hingga membujuk merayu seakan jemu itu menggulung rindu, bak air riuh yang kadang
menjadi temaram, sayup rimba bukan hilang dikala sinar merapat menjelma.
Menjalin sayap yang berterbangan hingga pipit itu jatuh menggenggam. Sinar beku
maka tak lagi memberikan irama rindu, terkadang pilu, tapi aku ragu untuk
memberikan kalbuku. Hina yang merapat, memberikan semerbak bagai melati di pagi
hari, dan senja di sore hari. Memberikan semua warna pada seluruh aura raga,
membentuk senyap dan membakar dosa.
Menepiskan lara
yang berujung sayembara. Cinta… adalah sesuatu yang berada dalam separuh
fatamorgana, mencerminkan kebahagiaan, kepahitan, dosa juga arwah. Cinta juga
memberikan kekuatan tapi terkadang memberikan pergulatan dimana engkau akan
jatuh dalam citra seorang raja durjana. Cinta adalah sebuah cita yang lembut
kadang itu juga menekan bahkan menikam . Lara terkadang membius menerpa,
menjadikan serupa pada rupawan yang hina. Sepucuk ombak memberikan riak yang
penuh, menutup katup jantung sang bahari, yang kian sirna pada sejuta mimpi tak
ada api.
Letupan kini
menyayat , seakan hitam merambat pelan, hinggap karena dianggap telanjang.
Padahal ingin memberikan sejuta kebenaran. Lari di kala semua akan mati, yang
lari juga mati. Tepi yang menepiskan, hingga resahan jingga yang sekarang ungu.
Selembar nyata yang merapat menjerat. Kian terangkat meleleh menjadi resapan
yang kian meradang.
Aku ingin
memberika kebahagiaan pada setiap insan, tapi aku tak berdaya ketika aku hanya
memberikan pergulatan. Di dunia ini, tak ada yang selalu bahagia ataupun selalu
merana menderita. Di dunia ini semua berada dalam satu pusaran kehidupan. Semua
berputar, dan semua menjalani siklusnya masing masing. Semua yang bahagia akan
menjalani kematian, semua yang merana menderita akan menjalani kematian. Hingga
titik titik itu terkumpul, maka akan menjadi rebahan sang bidadari
0 comments:
Posting Komentar